MenyusunTeks Laporan Hasil Observasi dan Tugas. Pertemuan 5 Teks Anekdot ( 7 Agutus 2020 ) Merumuskan Mosi Berdasarkan Isu atau Permasalahan. Pertemuan 10 Debat (5 Februari 2021) Menciptakan Kembali Teks Anekdot dengan Memerhatikan Struktur dan Kebahasaan beserta Tugas.
TeksAnekdot merupakan cerita singkat yang di dalamnya ada unsur lucu dan tujuannya maksd untuk memberi kritikan. Teks anekdot biasanya bertopik mengenai layanan publik, politik, lingkungan, dan sosial. Struktur Teks Anekdot Abstrak Abstrak menjadi struktur teks humor paling awal yang ada pada sebuah teks bernama anekdot.
Teksanekdot merupakan cerita singkat, biasanya lucu dan bersifat sindiran, atau bahkan kritikan; yang bisa jadi menggambarkan kejadian sebenarnya. Makanya, teks anekdot yang sering dibuat selalu seputaran layanan publik, bidang sosial, hukum, lingkungan, dan politik. Daftar Isi Ciri-ciri Teks Anekdot Struktur Teks Anekdot Kaidah Teks Anekdot
Dalampenulisannya, teks anekdot memiliki struktur-struktur yang membangun keseluruhan teks. Secara umum struktur teks anekdot dibagi menjadi Abstraksi, Orientasi, Event, Krisis, Reaksi, dan Koda. Untuk mengetahui bagian-bagian struktur secara lebih mendalam satu per satu, berikut ulasan struktur teks anekdot:
D Menyusun Teks Anekdot berdasarkan Kejadian yang Menyangkut Orang Banyak atau Perilaku Tokoh Publik Dalam menyusun anekdot, ada beberapa hal yang harus ditentukan lebih dulu. Hal tersebut adalah 1. Menentukan tema, kritik, kelucuan, tokoh, struktur, alur, dan pola penyajian teks anekdot.
Dịch Vụ Hỗ Trợ Vay Tiền Nhanh 1s. Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehinggasaya dapat menyelesaikan Bahan Ajar Berbasis Problem Based Learning dengan mengangkatsubstansi utama dari materi berbasis teks yaitu Teks Anekdot. Bahan Ajar Berbasis Problem Based Learning yang membahas tentang struktur dan unsurkebahasaan teks anekdot, dan mengontruksi teks anekdot berdasarkan struktur dan kebahasaan yangtepat, bertujuan untuk memberikan pemahaman yang matang kepada peserta didik agar mampumenjelaskan dan menganalisis struktur dan kebahasaan teks anekdot. Di samping itu, diharapkansetelah membaca bahan ajar ini peserta didik mampu mengonstruksi teks anekdot berdasarkan ide,gagasan, dan pemahaman yang dimiliki dengan memerhatikan struktur dan unsur penulisannya. Bahan ajar ini dikembangkan dengan mengedepankan pendekatan higher order thinking skillHOTS dan mengintegrasikan kerangka berpikir technological, pedagogical, content knowledgeTPACK. Penyusunan bahan ajar ini masih memiliki banyak kekurangan, karena cakupan bidangkeilmuan kebahasaan yang begitu luas terutama yang terkait dengan teks anekdot, sehingga penyajianmateri dalam bahan ajar ini masih belum maksimal. Substansi isi dari penyusunan bahan ajar inidiperoleh berbagai referensi dan sumber yang terkait dengan materi sehingga diharapkan dapatmenjawab miskonsepsi dan defisit kompetensi yang dialami terkait dengan materi yang diangkat padabahan ajar ini. Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalammenyelesaikan bahan ajar ini. Terimakasih atas saran dan masukan berharganya dan semoga bahanajar ini dapat bermanfaat. iDAFTAR ISI i iiJudul iiiKata PengantarDaftar Isi 1A. PENDAHULUAN 1 2 1. Kompetensi Inti 3 2. Kompetensi Dasar dan Indikator 6 3. Tujuan Pembelajaran 6 Pengembangan Literasi 7B. URAIAN MATERI 8 A. Struktur dan Kebahasaan Teks Anekdot 10 B. Ungkapan dan Makna Dalam Teks Anekdot 13 C. Menganalisis Struktur dan Kebahasaan Teks Anekdot 13 D. Menyusun Teks Anekdot Berdasarkan Struktur dan Unsur Kebahasaan 13 E. Mempresentasikan Teks Anekdot 15C. PENUTUP 1. Ringkasan 2. Daftar PustakaiiA. PENDAHULUAN 1. Kompetensi Inti KI 1 dan KI 2KI 1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang 2 Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli toleransi, gotong royong, santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan Inti 3 Pengetahuan Kompetensi Inti 4 KeterampilanMemahami pengetahuan faktual, konseptual, Mencoba, mengolah, dan menyaji dalamdan prosedural ranah konkret menggunakan, mengurai,berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu merangkai, memodifikasi, dan membuatpengetahuan, teknologi, seni, budaya terkaitfenomena dan kejadian tampak mata. dan ranah abstrak menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/ Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Menganalisis struktur dan kebahasaan teks Menjelaskan struktur dan kebahasaananekdot teks anekdot C2 Menentukan ungkapan, makna, dan faktor kelucuan yang terdapat dalam teks anekdot. C3 Menganalisis struktur dan kebahasaan teks anekdot. C4 Menciptakan kembali teks anekdot Menyusun teks anekdot dengan dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan baik lisan maupun tulis memerhatikan struktur dan kebahasaan. C6 Mempresentasikan teks anekdot dengan intonasi dan ekspresi yang tepat, serta saling berkomentar. C6 13. Tujuan Pembelajaran 1. Setelah mempelajari teks anekdot dengan model pembelajaran Problem Based Learning, peserta didik dapat menganalisis struktur dan kebahasaan teks aneksdot demgan penuh kesungguhan. 2. Setelah mempelajari teks anekdot dengan model pembelajaran Problem Based Learning, peserta didik dapat menciptakan kembali teks anekdot dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan baik lisan maupun tulis dengan penuh percaya diri. 2Pengembangan LiterasiKegiatan literasi merupakan salah satu aktivitas penting dalam kehidupan. Sebagian besarproses pendidikan bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi. Budaya literasi yangtertanam dengan baik akan memengaruhi keberhasilan seseorang dalam menyelesaikanpendidikan dan mencapai keberhasilan dalam kehidupan manakah pengetahuan didapat? Dari melihat dan mendengar? Apakah cukup? Kamu pastibersepakat bahwa sumber pengetahuan paling banyak dan mendalam adalah buku, baik bukucetak maupun buku elektronik. Oleh karena itu, keterampilan membaca menjadi keterampilanyang sangat penting untuk dikembangkan menjadi budaya, bahkan kebutuhan setiap membaca, keterampilan lain yang juga tak kalah penting untuk dilatih dan dibudayakanadalah menulis. Cobalah kamu renungkan, adakah pekerjaan di dunia ini yang tidakmembutuhkan kegiatan tulis-menulis? Ternyata, dalam kehidupan modern, menulis sudahmenjadi bagian yang tak terpisahkan dari setiap aktivitas pentingnya penguasaan kedua keterampilan tersebut, dalam pembelajaran bahasaIndonesia kamu akan diajak membudayakan membaca dan menulis. Kegiatan yang haruskamu lakukan adalah membaca buku dan melaporkan hasilnya pada setiap akhir semester. 3Di kelas X buku yang kamu baca harus mencakup buku fiksi dan nonfiksi. Buku fiksi yangdimaksud dapat berwujud kumpulan cerita rakyat dongeng atau hikayat, kumpulan puisi, dannovel; sedangkan buku nonfiksi yang kamu baca dapat berupa buku-buku motivasi,keagamaan, teknologi, seni, sejarah, biografi, dan sebagainya. Penyerahan laporan hasilmembaca buku pada semester gasal dapat kamu lakukan sejak akhir pembelajaran Pelajaran 3hingga akhir pembelajaran Pelajaran 4, sedangkan pada semester genap dapat kamu lakukansejak akhir pembelajaran Pelajaran 7 hingga akhir pembelajaran Pelajaran membaca buku ini dilaporkan sebagai tugas mandiri. Agar proyek ini tidak menjadibeban yang memberatkan, kamu dapat mulai membaca buku lebih awal. Jangan membaca bukupada waktu-waktu menjelang pengumpulan laporan karena hal itu akan membuat kegiatanmembaca buku menjadi beban dan tidak pelajarilah bagaimana cara membaca buku yang baik berikut ini. Lakukanlahkegiatan membacamu dengan mengikuti langkahlangkah berikut Carilah buku nonfiksi buku pengayaan di perpustakaan. Buku yang kamu baca bukan buku teks pelajaran. Konsultasikan pada gurumu apakah buku yang kamu pilih layak dan boleh kamu Jika kamu memiliki cukup uang, kamu dapat membeli buku pengayaan yang kamu sukai. Sama jika kamu meminjam dari perpustakaan, konsultasikanlah lebih dulu buku yang akan kamu beli pada Agar kegiatan membacamu tidak menyita waktu belajar dan bermainmu, kamu dapat membaca buku tersebut dalam beberapa hari atau beberapa Tidak ada ketentuan jumlah halaman yang harus kamu baca setiap harinya. Sesuaikan dengan kelonggaran waktu, kecepatan baca, dan kemampuanmu memahami isi buku yang kamu Persiapkan buku tulismu untuk membuat catatan harian hasil kegiatan membacamu. Lakukan kegiatan prabaca dengan membaca a judul, b kata pengantar, dan c daftar isi; kemudian buatlah pertanyaan yang ingin kamu peroleh jawabannya dari buku yang akan kamu baca tersebut. Pertanyaan-pertanyaan tersebut sesungguhnya adalah informasi yang ingin kamu peroleh, yang menjadi alasan kenapa kamu membaca buku tersebut. 4B. URAIAN MATERI Apa yang dapat kamu amati dari gambar di atas? Sekilas gambar di atas hanya terlihat sebagai gambar dua ekor kucing yang saling berdekatan di depan ruang kelas. Tetapi dengan dituliskan ‘mop on’ yang merupakan plesetan dari kata ‘move on’, maka kamu dapat memahami maksud dari foto tersebut. Alih-alih menggunakan model dua anak muda, misalnya, fotografer yang membuat foto itu malah mengambil gambar dua ekor kucing. Sebuah kecerdasan menangkap momen. Cara menyampaikan sebuah makna secara tersirat seperti pada gambar di atas juga berlaku dalam anekdot. Pada pelajaran sebelumnya, kamu sudah belajar tentang cara mengkritisi dan mengonstruksi makna tersirat pada teks anekdot . Pada pelajaran ini kamu akan belajar menganalisis struktur dan menciptakan kembali teks anekdot berdasarkan struktur dan kebahasaan yang tepat. Dengan menguasai materi ini, kamu akan dapat menganalisis struktur dan unsur kebahasaan teks anekdot, sekaligus diharapkan mampu menyusun teks anekdot sesuai dengan struktur dan kebahasaannya. 5KD Menganalisis TeKs aneKDoT BerDasarKan sTruKTur Dan KeBahasaanInd 1 Menjelaskan struktur dan kebahasaan teks anekdotInd 2 Menentukan ungkapan dan makna yang terdapat dalam teks anekdot Ind 3 Menganalisis struktur dan kebahasaan teks anekdotA. Struktur dan Kebahasaan Teks Anekdot Seperti juga teks lainnya, anekdot memiliki struktur dan unsur kebahasaan yang khas. Struktur yang dimiliki oleh teks anekdot antara lain • Abstraksi merupakan pendahuluan yang menyatakan latar belakang atau gambaran umum tentang isi suatu teks. • Orientasi merupakan bagian cerita yang mengarah pada terjadinya suatu krisis, konflik, atau peristiwa utama. Bagian inilah yang menjadi penyebab timbulnya krisis. • Krisis atau komplikasi merupakan bagian dari inti peristiwa suatu anekdot. Pada bagian krisis itulah terdapat kekonyolan yang menggelitik dan mengundang tawa. • Reaksi merupakan tanggapan atau respons atas krisis yang dinyatakan sebelumnya. Reaksi yang dimaksud dapat berupa sikap mencela atau menertawakan. • Koda merupakan penutup atau simpulan sebagai pertanda berakhirnya cerita. Di dalamnya dapat berupa persetujuan, komentar, ataupun penjelasan atas maksud dari cerita yang dipaparkan sebelumnya. Bagian ini biasanya ditandai oleh kata-kata, seperti itulah,akhirnya, demikianlah. Keberadaan koda bersifat opsional; bisa ada ataupun tidak ada. Adapun struktur kebahasaan yang dimiliki teks anekdot yaitu a menggunakan kalimat yang menyatakan peristiwa masa lalu, b menggunakan kalimat retoris, kalimat pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban, c menggunakan konjungsi kata penghubung yang menyatakan hubungan waktu seperti kemudian, lalu, dan sebagainya, d menggunakan kata kerja aksi seperti menulis, membaca, berjalan, dan sebagainya; e menggunakan kalimat perintah imperative sentence; f menggunakan kalimat seru. Itulah struktur dan unsur kebahasaan dari teks anekdot. Unsur dan kebahasaan tersebut selalu dijumpai pada teks anekdot karena merupakan ciri khas yang membedakan teks 6anekdot dengan teks yang lain. Khusus untuk anekdot yang disajikan dalam bentuk dialog, penggunaan kalimat langsung sangat dominan. Tugas 1 Jawablah pertanyaan berikut dengan benar! 1. Sebutkan dan jelaskan struktur dari teks anekdot? 2. Sebutkan dan jelaskan unsur bahasa teks anekdot? 3. Apakah sebuah teks bisa dikatakan teks anekdot jika tidak memiliki struktur dan unsur kebahasaan tersebut? Jelaskan alasannya!B. Ungkapan dan Makna dalam Teks Anekdot Teks anekdot memiliki ungkapan dan makna dalam penyajiannya, Untuk dapat menentukan dan menangkap ungkapan dan makna dalam teks tersebut hendaknya kita harus benar-benar memahami dari isi teks tersebut secara menyeluruh. Untuk dapat menentukan ungkapan dan makna yang tersirat dalam teks anekdot, perhatikan contoh teks berikut ini! Suatu ketika, di sebuah sekolah negeri "Entah Di mana", seorang Bapak guru memberi tahu kepada anak didiknya bahwa sekolah mereka akan berubah status menjadi sekolah SBI. "Anak-anak, ada kabar gembira untuk kita semua. Tidak lama lagi Sekolah kita akan menjadi sekolah SBI Sekolah Bertaraf Internasional. Nah, untuk menyambut hal ini, saya mau tanya apa yang akan kalian siapkan?," tanya sang guru. "Joni, apa yang akan kamu lakukan untuk menyambut ini?" tanya guru tersebut lebih lanjut. Dengan sigap si Joni pun menjawab pertanyaan guru, "Belajar bahasa Inggris agar mampu berbicara bahasa Inggris, Pak", jawab Joni. "Bagus sekali. Kalau kamu, Jono?" tanya guru kepada Jono. "Harus siapkan uang, Pak" Jawab Jono. "Lho kok uang?" Tanya guru lebih lanjut. "Ya Pak. Soalnya kalau sekolah kita statusnya sudah SBI, pasti bayarnya lebih mahal. Masa sih bayarnya sama kayak sekolah biasa? Udah gitu, pasti nanti diminta iuran untuk ini itu", jelas Jono lebih lanjut. "Jawabanmu kok sinis sekali? Begini lho, kalau sekolah kita bertaraf internasional, artinya sekolah kita itu setara dengan sekolah luar negeri. Jadi, kalian seperti sekolah di luar negeri", sang guru melanjutkan penjelasannya. "Tapi Pak, kalau menurut saya, SBI itu bukan Sekolah Bertaraf Internasional, tapi Sekolah Bertarif Internasional", Jono juga melanjutkan penjelasannya. Bagaimana makna tersirat dari teks anekdot tersebut? Ada beberapa pesan yang bisa diambil seperti • Sekolah yang bagus pasti bayarannya mahal. • Sekolah yang bagus dan bayarannya mahal, hanya bisa diakses oleh orang-orang berduit saja. 7• Banyak industrialisasi dan kapitalisasi dalam bidang pendidikan, dan lain-lain. Tugas Analisislah gambar anekdot di bawah ini berdasarkan pokok-pokok isi anekdot, alasan penyebab kelucuan, dan makna yang terkandung dalam gambar!C. Menganalisis Struktur dan Kebahasaan Teks Anekdot Seperti yang sudah dijelaskan pada materi sebelumnya teks anekdot memiliki struktur dan kebahasaan yang sudah ditentukan. Untuk benar-benar dapat memahami unsur dan struktur yang ada pada sebuah teks anekdot kalian harus menganalisis teks tersebut dari kedua unsurnya. Bacalah kembali anekdot Kereta dan Tukang Kupat Tahu, kemudian pelajarilah analisis struktur teks anekdot berikut ini. Kereta dan Tukang Kupat Tahu Pada suatu hari, seperti biasa, dari pagi sampai siang tukang kupat tahu berdagang di SMP 4 Tasikmalaya; jam 12 siang, dia biasanya menyusuri rel kereta untuk mengambil jalan pintas menuju ke lokasi dagang selanjutnya, yakni Pasar Pancasila. Tetapi kebetulan hari itu, dagangannya sudah habis. Pembeli terakhirnya membeli kupat tahu di sisi rel kereta. Sesuah pembeli terakhir itu selesai, tukang kupat tahu itu membersihkan piringnya yang berwarna merah lalu mengeringkannya dengan cara dikibas-kibaskan. 8Kebetulan lagi, saat itu ada kereta yang melintas. Melihat ada tanda merah dikibas-kibaskandari jauh, masinis kereta itu kaget lalu menginjak rem keras-keras. Sangkanya ada hal daruratyang membahayakan. Lalu kereta berhenti tepat di samping tukang kupat tahu “Ada apa, pak?â€Tukang Kupat Tahu “Gak ada apa-apa, pak, tinggal bumbunya Struktur Teks Contoh Kalimata Abstraksi Pada suatu hari, seperti biasa, dari pagi sampaib Orientasi siang tukang kupat tahu berdagang di SMP 4 Tasikmalaya; jam 12 siang, dia biasanya menyusuri rel kereta untuk mengambil jalan pintas menuju lokasi dagang selanjutnya, yakni Pasar Pancasila. Pembeli terakhirnya membeli kupat tahu di sisi rel Krisis Melihat ada tanda merah dikibas-kibaskan dari jauh, masinis kereta itu kaget lalu menginjak rem Reaksi Pertanyaan Masinis, “Ada apa Pak?â€f. Koda Seketika itu Masinis turun dari kereta dan memukuli tukang kupat tahu. Agar lebih memahami kaidah kebahasaan anekdot, selanjutnya kerjakan tugas-tugasberikut ini! Tugas Carilah di internet teks anekdot yang berjudul Aksi Maling Tertangkap CCTVkemudian, analisislah struktur dan kaidah kebahasaannya! 9KD Menciptakan kembali teks anekdot dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan baik lisan maupun 1 Menyusun teks anekdot dengan memperhatikan struktur dan 2 Mempresentasikan teks anekdot dengan intonasi dan ekspresi yang tepat, serta saling berkomentarD. Menyusun Teks Anekdot berdasarkan Kejadian yang Menyangkut Orang Banyak atauPerilaku Tokoh PublikDalam menyusun anekdot, ada beberapa hal yang harus ditentukan lebih dulu. Hal tersebutadalah1. Menentukan tema, kritik, kelucuan, tokoh, struktur, alur, dan pola penyajian teks ini akan memudahkan kamu untuk belajar menyusun Mencara sumber atau bahan referensi, sehingga pembahasan tentang topik teks anekdot tidakdi luar Menyampaikan isi pesan dalam sebuah teks anekdot. Untuk pesannya bisa tersirat Menentukan jalan cerita atau alur cerita dalam teks Setelah itu tinggal pengembangan isi teks anekdot berdasarkan struktur teks anekdot yaituAbstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan Perhatikan pula unsur bahasa yang akan digunakanJadi bacalah dengan teliti contoh penyusunan anekdot agar nantinya kamu bisa menyusunanekdotmu contoh berikut ini, kamu akan mengetahui bagaimana anekdot penyusunan disajikan dalam bentuk tabel, dengan penyelesaian pada Aspek Isi1 Tema Kasih sayang pada orang tua2 Kritik Anak yang memandang orang tua di masa tuanya sebagai orang yang Humor/ Orang dewasa malu karena dikritik oleh anak kecil kelucuan 104 Tokoh Kakek tua, ayah, anak dan menantu5 Struktur Abstraksi Kakek tua yang tinggal bersama anak, menantu dan cucu 6 tahun. Orientasi Kebiasaan makan malam di rumah si anak. Kakek tua makannya sering berantakan. Krisis Kakek tua diberi meja kecil terpisah di pojok, dengan alat makan anti pecah. Reaksi Cucu 6 tahun membuat replika meja terpisah. Koda Cucu 6 tahun mengungkapkan kelak akan membuat meja terpisah juga untuk ayah dan Alur Kakek tua tinggal bersama anak, menantu dan cucunya yang berusia 6 tahun. Karena sudah tua, mata si Kakek rabun dan tangannya bergetar sehingga kerap menjatuhkan makanan dan alat makan. Agar tidak merepotkan, ia ditempatkan di meja terpisah dengan alat makan anti pecah. Anak dan menantunya baru sadar ketika diingatkan oleh cucu 6 tahun yang tengah bermain membuat replika Pola Narasi penyajian 118 Teks Seorang kakek hidup serumah bersama anak, menantu, dan cucu anekdot berusia 6 tahun. Keluarga itu biasa makan malam bersama. Si kakek yang sudah pikun sering mengacaukan segalanya. Tangan bergetar dan mata rabunnya membuat kakek susah menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh. Saat si kakek meraih gelas, sering susu tumpah membasahi taplak. Anak dan menantunya menjadi gusar. Suami istri itu lalu menempatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan, tempat sang kakek makan sendirian. Mereka memberikan mangkuk melamin yang tidak gampang pecah. Saat keluarga sibuk dengan piring masing-masing, sering terdengar ratap kesedihan dari sudut ruangan. Namun, suami-istri itu justru mengomel agar kakek tak menghamburkan makanan lagi. Sang cucu yang baru berusia 6 tahun mengamati semua kejadian itu dalam diam. Suatu hari si ayah memerhatikan anaknya sedang membuat replika mainan kayu. “Sedang apa, sayang?†tanya ayah pada anaknya. “Aku sedang membuat meja buat ayah dan ibu. Persiapan buat ayah dan ibu bila aku besar Ayah anak kecil itu langsung terdiam. Ia berjanji dalam hati, mulai hari itu, kakek akan kembali diajak makan di meja yang sama. Tak akan ada lagi omelan saat piring jatuh, makanan tumpah, atau taplak ternoda kuah. Sumber J. Sumardianta, Guru Gokil Murid Unyu. Halaman 47. dengan penyesuaian TugasSekarang cobalah menyusun anekdotmu secara berkelompok. Gunakan tabel yang sama dengancontoh di atas. Tema yang digunakan bisa kejadian sehari-hari dari perilaku orang lupa memerhatikan isi dan kebahasaan dari anekdot yang kamu susun! 12No. Aspek Isi1 Menyusun Tema2 Masalah yang dikritik3 Humor/ kelucuan4 Tokoh5 Struktur Abstraksi Orientasi Krisis Reaksi Koda6 Alur7 Susunan AnekdotE. Mempresentasikan AnekdotSetelah bekerja secara kelompok menyusun anekdot yang temanya kamu pilih sendiri, denganisi dan gaya bahasamu sendiri, sekarang saatnya mempresentasikan anekdot buatanmu di depankelas! RINGKASANStruktur Teks Anekdot• Abstraksi merupakan pendahuluan yang menyatakan latar belakang atau gambaran umum tentang isi suatu Orientasi merupakan bagian cerita yang mengarah pada terjadinya suatu krisis, konflik, atau peristiwa utama. Bagian inilah yang menjadi penyebab timbulnya Krisis atau komplikasi merupakan bagian dari inti peristiwa suatu anekdot. Pada bagian krisis itulah terdapat kekonyolan yang menggelitik dan mengundang Reaksi merupakan tanggapan atau respons atas krisis yang dinyatakan sebelumnya. Reaksi yang dimaksud dapat berupa sikap mencela atau Koda merupakan penutup atau simpulan sebagai pertanda berakhirnya cerita. Di dalamnya dapat berupa persetujuan, komentar, ataupun penjelasan atas maksud dari cerita yang dipaparkan 13sebelumnya. Bagian ini biasanya ditandai oleh kata-kata, seperti itulah,akhirnya, demikianlah. Keberadaan koda bersifat opsional; bisa ada ataupun tidak Kebahasaan Teks AnekdotSeperti juga teks lainnya, anekdot memiliki fitur kebahasaan yang khas yaitua menggunakan kalimat yang menyatakan peristiwa masa lalu;b menggunakan kalimat retoris, kalimat pertanyaan yang tidakc menggunakan konjungsi kata penghubung yang menyatakan hubungan waktu seperti kemudian, dan lalu;d menggunakan kata kerja aksi seperti menulis, membaca, berjalan, dan sebagainya;Langkah- langkah Menyusun Teks Anekdot • Menentukan tema, kritik, kelucuan, tokoh, struktur, alur, dan pola penyajian teks anekdot. Langkah-langkah ini akan memudahkan kamu untuk belajar menyusun anekdot. • Mencari sumber atau bahan referensi, sehingga pembahasan tentang topik teks anekdot tidak di luar batasan. • Menyampaikan isi pesan dalam sebuah teks anekdot. Untuk pesannya bisa tersirat maupun tersurat. • Menentukan jalan cerita atau alur cerita dalam teks anekdot. • Setelah itu tinggal pengembangan isi teks anekdot berdasarkan struktur teks anekdot yaitu Abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda. • Perhatikan pula unsur bahasa yang akan digunakan. 14Daftar Pustaka• Yustinah. 2017. Produktif Berbahasa Indonesia Jilid 1 untuk SMK/MAK Kelas X. Jakarta Suherli, dkk. 2017. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas X Revisi Tahun 2017. Jakarta Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Suherli, dkk. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas X Revisi Tahun 2017. Jakarta Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Internet 1. 2. 3. 4. 15
D. Menciptakan Kembali Teks Anekdot dengan Memerhatikan Struktur dan Kebahasaan Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu 1. menceritakan kembali isi teks anekdot dengan pola penyajian yang berbeda; 2. menyusun teks anekdot berdasarkan kejadian yang menyangkut orang banyak atau perilaku seorang tokoh publik. Kegiatan 1 Menceritakan Kembali Isi Anekdot dengan Pola Penyajian yang Berbeda Setelah memahami batasan anekdot, isi, struktur, dan ciri kebahasaannya, kamu akan belajar menulis anekdot. Untuk dapat menulis anekdot, terlebih dulu belajarlah menuliskan kembali teks anekdot yang kamu dengar atau kamu baca.. Salah satu cara menulis teks anekdot adalah dengan menulis ulang teks anekdot yang kita dengar atau baca dengan pola penyajian yang berbeda. Tentu saja juga menggunakan gaya penceritaan yang berbeda. Namun, penulisan ulang ini tetap harus memerhatikan kebahasaan dan strukturnya. Berikut ini adalah teks anekdot Seorang Dosen yang juga Menjadi Pejabat dengan pola penyajian naratif yang diubah dari teks aslinya yang berbentuk dialog. Dosen yang juga Menjadi Pejabat Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang. “Saya heran dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu duduk, tidak pernah mau berdiri,” kata Tono kepada Udin. Udin ogah-ogahan menjawab pertanyaan Tono. Udin beranggapan bahwa masalah yang dibicarakan Tono itu tidak penting. Namun, Tono tetap meminta agar Udin mau menerka teka-tekinya. “Barangkali saja, beliau capek atau kakinya tidak kuat berdiri,” jawab Udin merasa jengah. Ternyata jawaban Udin masih juga salah. Menurut Tono, dosen yang juga pejabat itu tidak bersedia berdiri sebab takut kursinya diambil orang lain.” Mendengar pernyataan Tono, Udin menanyakan apa hubungan antara menjadi dosen dan pejabat. “Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain,” ungkap Tono. Udin “???” Kelas X SMAMASMKMAK 98 Tugas Untuk dapat lebih memahami bagaimana penggunaan kalimat langsung dalam anekdot yang disajikan dalam bentuk dialog dan dalam bentuk narasi, lakukan kegiatan berikut ini. 1. Ubahlah penyajian anekdot Aksi Maling Tertangkap CCTV dari bentuk dialog ke dalam bentuk narasi seperti penyajian anekdot Kisah Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. 2. Ubahlah penyajian anekdot Kisah Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, dari bentuk narasi ke bentuk dialog seperti penyajian anekdot Aksi maling Tertangkap CCTV Judul anekdot Setelah selesai dan mendapatkan izin dari guru, tempelkan hasil kerjamu pada kegiatan 1 dan kegiatan 2 di papan tulis kelas atau di bagian lain yang memungkinkan. Lakukan saling baca karya dan bersikaplah terbuka untuk menerima masukan dari teman-temanmu. Setelah belajar menuliskan kembali anekdot, saatnya sekarang kamu belajar menulis anekdot berdasarkan pengamatan pada lingkungan atau kejadian yang menyangkut orang banyak yang mengandung kelucuan. Kamu juga bisa menyajikan anekdot tentang perilaku tokoh publik yang menurutmu perlu dikritisi. 99 Bahasa Indonesia Kegiatan 2 Menyusun Teks Anekdot berdasarkan Kejadian yang Menyangkut Orang Banyak atau Perilaku Tokoh Publik Dalam menyusun anekdot, ada beberapa hal yang harus ditentukan lebih dulu. Hal tersebut adalah menentukan tema, kritik, kelucuan, tokoh, struktur, alur, dan pola penyajian teks anekdot. Langkah-langkah ini akan memudahkan kamu untuk belajar menyusun anekdot. Jadi, bacalah dengan teliti contoh penyusunan anekdot agar nantinya kamu bisa menyusun anekdotmu sendiri. Dalam contoh berikut ini, kamu akan mengetahui bagaimana anekdot disusun. Langkah-langkah penyusunan disajikan dalam bentuk tabel, dengan penyelesaian pada kolom ketiga. No. Aspek Isi 1. Tema Kasih sayang pada orangtua. 2. Kritik Anak yang memandang orangtua di masa tuanya sebagai orang yang merepotkan. 3. Humor kelucuan Orang dewasa malu karena dikritik oleh anak kecil. 4. Tokoh Kakek tua, ayah, anak dan menantu. 5. Struktur Abstraksi Kakek tua yang tinggal bersama anak, menantu dan cucu 6 tahun. Orientasi Kebiasaan makan malam di rumah si anak. Kakek tua makannya sering berantakan. Krisis Kakek tua diberi meja kecil terpisah di pojok, dengan alat makan anti pecah. Reaksi Cucu 6 tahun membuat replika meja terpisah. Koda Cucu 6 tahun mengungkapkan kelak akan membuat meja terpisah juga untuk ayah dan ibunya. Kelas X SMAMASMKMAK 100 6. Alur Kakek tua tinggal bersama anak, menantu dan cucunya yang berusia 6 tahun. Karena sudah tua, mata si Kakek rabun dan tangannya bergetar sehingga kerap menjatuhkan makanan dan alat makan. Agar tidak merepotkan, ia ditempatkan di meja terpisah dengan alat makan anti pecah. Anak dan menantunya baru sadar ketika diingatkan oleh cucu 6 tahun yang tengah bermain membuat replika meja. 7. Pola penyajian Narasi. 8. Teks anekdot Seorang kakek hidup serumah bersama anak, menantu, dan cucu berusia 6 tahun. Keluarga itu biasa makan malam bersama. Si kakek yang sudah pikun sering mengacaukan segalanya. Tangan bergetar dan mata rabunnya membuat kakek susah menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh. Saat si kakek meraih gelas, sering susu tumpah membasahi taplak. Anak dan menantunya menjadi gusar. Suami istri itu lalu menempatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan, tempat sang kakek makan sendirian. Mereka memberikan mangkuk melamin yang tidak gampang pecah. Saat keluarga sibuk dengan piring masing-masing, sering terdengar ratap kesedihan dari sudut ruangan. Namun, suami-istri itu justru mengomel agar kakek tak menghamburkan makanan lagi. Sang cucu yang baru berusia 6 tahun mengamati semua kejadian itu dalam diam. Suatu hari si ayah memerhatikan anaknya sedang membuat replika mainan kayu. “Sedang apa, sayang?” tanya ayah pada anaknya. “Aku sedang membuat meja buat ayah dan ibu. Persiapan buat ayah dan ibu bila aku besar nanti.” Ayah anak kecil itu langsung terdiam. Ia berjanji dalam hati, mulai hari itu, kakek akan kembali diajak makan di meja yang sama. Tak akan ada lagi omelan saat piring jatuh, makanan tumpah, atau taplak ternoda kuah. Sumber J. Sumardianta, Guru Gokil Murid Unyu. Halaman 47. dengan penyesuaian 101 Bahasa Indonesia Tugas Sekarang, cobalah menyusun anekdotmu sendiri. Gunakan tabel yang sama dengan contoh di atas. Tema yang digunakan bisa kejadian sehari- hari dari perilaku orang terkenal. Jangan lupa memerhatikan isi dan kebahasaan dari anekdot yang kamu susun. No. Aspek Isi 1. Menyusun Tema 2. Masalah yang dikritik 3. Humor kelucuan 4. Tokoh 5. Struktur Abstraksi Orientasi Krisis Reaksi Koda 6. Alur 7. Susunan Anekdot Kegiatan 3 Mempresentasikan Anekdot Setelah bekerja secara individu menyusun anekdot yang temanya kamu pilih sendiri, dengan isi dan gaya bahasamu sendiri, sekarang saatnya mempresentasikan anekdot buatanmu di depan kelas. Lakukan langkah-langkah berikut. 1. Bagilah kelasmu menjadi beberapa kelompok. 2. Buatlah majalah dinding dua dimesi atau tiga dimensi untuk memamerkan anekdotmu. Gunakan bahan-bahan yang mudah kamu dapatkan di sekitarmu. 3. Lakukan pameran di halaman atau taman sekolah. 4. Siapkan lembar komentar untuk menampung komentar para pengunjung. Kelas X SMAMASMKMAK 102 1. Anekdot adalah cerita singkat dan lucu yang digunakan untuk menyampaikan kritik melalui sindiran lucu terhadap kejadian yang menyangkut orang banyak atau perilaku tokoh publik. 2. Isi anekdot adalah sindiran dan kritikan terhadap kejadian yang menyangkut orang banyak atau perilaku tokoh publik. 3. Fungsi komunikasi teks anekdot adalah untuk menyampaikan kritik terhadap kejadian yang menyangkut orang banyak atau perilaku tokoh publik. 4. Struktur teks anekdot adalah abstraksi, orientasi, krisis, reaksi dan koda. 5. Ciri kebahasaan teks anekdot adalah sebagai berikut a. menggunakan kalimat yang menyatakan masa lalu; b. menggunakan kalimat retoris; c. menggunakan konjungsi yang menyatakan hubungan waktu dan konjungsi yang menyatakan hubungan sebab-akibat; d. menggunakan kata kerja aksi; e. menggunakan kalimat seru. Ringkasan 103 Bahasa Indonesia “ “ YANG MELONTARKAN ORANG-ORANG KRITIK BAGI KITA PADA HAKIKATNYA ADALAH PENGAWAL JIWA KITA, YANG BEKERJA TANPA BAYARAN. pejuang dan penulis dari Belanda Corrie Ten Boom Kelas X SMAMASMKMAK 104 Sumber Bab IV Kamu pernah membaca cerita rakyat? Cerita rakyat seperti apa yang pernah kamu baca? Salah satu jenis cerita rakyat adalah hikayat. Seperti cerita rakyat lainnya, hikayat memiliki banyak nilai-nilai kehidupan. Pada pelajaran ini kamu akan belajar memahami nilai kearifan lokal yang terkandung dalam cerita rakyat. Untuk membekali kemampuanmu, pada pelajaran ini kamu akan belajar 1. mengidentiikasi nilai-nilai dan isi yang terkandung dalam cerita rakyat hikayat baik lisan maupun tulis; 2. mengembangkan makna isi dan nilai-nilai dalam cerita rakyat hikayat baik secara lisan maupun tertulis dalam bentuk teks eksposisi; 3. membandingkan nilai-nilai dan kebahasaan cerita rakyat dengan cerpen; 4. mengembangkan cerita rakyat hikayat ke dalam bentuk cerpen dengan memerhatikan isi dan nilai-nilai. MELESTARIK AN NIL AI KEARIFAN LOK AL MEL ALUI CERITA R AK YAT 105 Bahasa Indonesia Untuk membantu kamu dalam mempelajari dan mengembangkan kompetensi dalam berbahasa, pelajari peta konsep di bawah ini dengan saksama. Mengidentifikasi nilai-nilai dalam hikayat yang masih sesuai dengan kehidupan saat ini. Menjelaskan kesesuaian nilai-nilai dalam hikayat dengan kehidupan saat ini dalam teks eksposisi lisan maupun tulisan hikayat Mengembangkan makna isi dan nilai hikayat Membandingkan penggunaan bahasa dalam cerpen dan hikayat Mengidentifikasi karakteristik bahasa dalam hikayat Membandingkan nilai-nilai-nilai dan kebahasaan cerita rakyat hikayat dan cerpen Mengembangkan hikayat ke dalam bentuk cerpen Mengidentifikasi karakteristik hikayat Mengidentifikasi nilai-nilai yang terdapat dalam hikayat. Mengidentifikasi nilai- nilai dan isi hikayat MELESTARIKAN NILAI KEARIFAN LOKAL MELALUI CERITA RAKYAT Menceritakan kembali isi hikayat ke dalam bentuk cerpen Membandingkan nilai dalam hikayat dengan dalam cerpen Kelas X SMAMASMKMAK 106 A. Mengidentifikasi Nilai-nilai dan Isi Hikayat
- Anekdot adalah cerita singkat dan lucu yang tujuannya untuk menyampaikan kritik melalui sindiran lucu terhadap kejadian yang menyangkut orang banyak atau perilaku tokoh publik. Berikut ini pengertian singkat teks anekdot dan tujuannyaPengertian anekdot Menurut KBBI, anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya. Mengutip Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan 2017 karya Taufiqur Rahman, teks anekdot adalah cerita singkat yang di dalamnya mengandung unsur lucu dan mempunyai maksud untuk melakukan kritikan. Baca juga Teks Anekdot Pengertian, Struktur, Ciri-ciri, dan Kaidahnya Melansir Your Dictionary, anekdot adalah cerita pendek tentang orang tokoh masyarakat atau peristiwa nyata berdasarkan kejadian sebenarnya, biasanya berfungsi untuk membuat pendengar tertawa atau merenungkan suatu anekdot berhubungan dengan pokok bahasan yang sedang dibahas sekelompok orang. Anekdot digunakan untuk menyampaikan kritik, tetapi bukan dengan cara yang kasar dan menyakiti. Karena anekdot adalah cerita singkat, menarik, lucu, dan mengesankan. Selain berasal dari kejadian nyata, seringnya pelaku cerita partisipan, tempat kejadian, dan waktu peristiwa dalam anekdot adalah hasil rekaan. Melansir The Franklin Post, anekdot penting karena menekankan pada kegunaan pengalaman pribadi daripada fakta atau perspektif profesional. Anekdot menunjukkan berbagai jenis pengalaman dan perspektif orang yang berbeda-beda. Baca juga Pengertian Teks Diskusi
Pada materi Bahasa Indonesia sebelumnya, kamu sudah belajar tentang observasi dan eksposisi. Pada pelajaran kali ini kamu akan belajar menyampaikan ide, gagasan, bahkan kritik melalui anekdot. Dengan menguasai materi ini, kamu akan dapat menyampaikan kritik dengan cara yang lucu, tetapi mengena. Daftar Isi1 Menyampaikan Ide Melalui Anekdot2 Mengkritisi Teks Anekdot dari Aspek Makna Tersirat3 Mendata Pokok-pokok Isi Anekdot4 Mengidentifikasi Penyebab Kelucuan Anekdot5 Mengonstruksi Makna Tersirat dalam Sebuah Teks Anekdot6 Menganalisis Struktur dan Kebahasaan Teks Anekdot7 Menciptakan Kembali Teks Anekdot dengan Memerhatikan Struktur dan Kebahasaan8 Share this9 Related posts Photo by Monstera on Mengkritisi Teks Anekdot dari Aspek Makna Tersirat Salah satu cerita lucu yang banyak beredar di masyarakat adalah anekdot. Anekdot digunakan untuk menyampaikan kritik, tetapi tidak dengan cara yang kasar dan menyakiti. Anekdot ialah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan. Anekdot mengangkat cerita tentang orang penting tokoh masyarakat atau terkenal berdasarkan kejadian yang sebenarnya. Kejadian nyata ini kemudian dijadikan dasar cerita lucu dengan menambahkan unsur rekaan. Seringkali, partisipan pelaku cerita, tempat kejadian, dan waktu peristiwa dalam anekdot tersebut merupakan hasil rekaan. Meskipun demikian, ada juga anekdot yang tidak berasal dari kejadian nyata. Mendata Pokok-pokok Isi Anekdot Dengarkan anekdot agar dapat mendengarkan dengan baik, lakukanlah hal-hal berikut Berkonsentrasilah pada yang akan didengarkan agar dapat mencatat pokok-pokok yang menjadi permasalahan. Selama mendengarkan anekdot, jangan melakukan aktivitas lain seperti berbicara dengan temanmu atau menulis catatan. Tutuplah bukumu dan dengarkanlah contoh-contoh berikut ini yang dibacakan oleh gurumu atau temanmu. Mengidentifikasi Penyebab Kelucuan Anekdot Kelucuan dalam anekdot biasanya disampaikan dengan bahasa yang singkat, tetapi mengena. Mengonstruksi Makna Tersirat dalam Sebuah Teks Anekdot Sumber Membandingkan Anekdot dengan Humor Pada pembelajaran sebelumnya, kamu telah belajar bahwa anekdot adalah cerita singkat yang lucu dan menarik. Apakah semua cerita lucu dapat dikategorikan sebagai anekdot? Seringkali orang menyamakan antara humor dengan anekdot. Menganalisis Kritik yang Disampaikan dalam Anekdot Humor hanya berfungsi untuk menghibur, sedangkan anekdot berfungsi untuk menyampaikan makna tersirat biasanya berupa kritik. Kritik dalam anekdot seringkali disampaikan dalam bentuk sindiran, tidak disampaikan secara langsung. Hal itu dilakukan untuk menghindari konflik antara pihak yang menyampaikan sindiran dengan pihak yang disindir. Tujuannya agar pesan yang ingin disampaikan, kritiknya, dapat diterima oleh pihak yang dikritisi tanpa menimbulkan ketersinggungan. Untuk itulah, pencerita menggunakan ungkapan yaitu berupa kata, frasa, atau kalimat yang bermakna idiomatis, bukan makna sebenarnya. Menyimpulkan Makna Tersirat dalam Anekdot Makna tersirat anekdot berbeda dengan sindiran dan kritikan. Hal ini tentu saja tetapi lebih mengarah pada tujuan yang ingin disampaikan oleh si pembuat kritik. Menganalisis Struktur dan Kebahasaan Teks Anekdot Photo by Monstera on Mengidentifikasi Struktur Teks Anekdot Anekdot memiliki struktur teks yang membedakannya dengan teks lainnya. Teks anekdot memiliki struktur abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda. Mengenal Berbagai Pola Penyajian Teks Anekdot Anekdot dapat disajikan dalam bentuk dialog maupun narasi. Contoh penyajian dalam bentuk dialog, percakapan dua orang atau lebih, dapat dilihat pada anekdot Dosen yang juga menjadi Pejabat. Salah satu ciri dialog adalah menggunakan kalimat langsung. Kalimat langsung adalah sebuah kalimat yang merupakan hasil kutipan langsung dari pembicaraan seseorang yang sama persis seperti apa yang dikatakannya. Dari kutipan anekdot di atas kamu dapat melihat bahwa kalimat langsung memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Diawali dan diakhiri dengan tanda petik “ ….”. Huruf awal setelah tanda petik ditulis dengan huruf kapital. Antara pembicara dan apa yang dikatakannya dipisahkan dengan tanda titik dua . Menciptakan Kembali Teks Anekdot dengan Memerhatikan Struktur dan Kebahasaan Sumber Menceritakan Kembali Isi Anekdot dengan Pola Penyajian yang Berbeda Setelah memahami batasan anekdot, isi, struktur, dan ciri kebahasaannya, kamu akan belajar menulis anekdot. Untuk dapat menulis anekdot, terlebih dulu belajarlah menuliskan kembali teks anekdot yang kamu dengar atau kamu baca.. Salah satu cara menulis teks anekdot adalah dengan menulis ulang teks anekdot yang kita dengar atau baca dengan pola penyajian yang berbeda. Tentu saja juga menggunakan gaya penceritaan yang berbeda. Namun, penulisan ulang ini tetap harus memerhatikan kebahasaan dan strukturnya. Menyusun Teks Anekdot berdasarkan Kejadian yang Menyangkut Orang Banyak atau Perilaku Tokoh Publik Dalam menyusun anekdot, ada beberapa hal yang harus ditentukan lebih dulu. Hal tersebut adalah menentukan tema, kritik, kelucuan, tokoh, struktur, alur, dan pola penyajian teks anekdot. Langkah-langkah ini akan memudahkan kamu untuk belajar menyusun anekdot. Jadi, bacalah dengan teliti contoh penyusunan anekdot agar nantinya kamu bisa menyusun anekdotmu sendiri. Mempresentasikan Anekdot Setelah bekerja secara individu menyusun anekdot yang temanya kamu pilih sendiri, dengan isi dan gaya bahasamu sendiri, sekarang saatnya mempresentasikan anekdot buatanmu di depan kelas. Daftar Pustaka Suherli, Maman Suryaman, Aji Septiaji, Istiqomah. 2017. Bahasa Indonesia Kelas X SMA/MA/SMK/MAK. Jakarta Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud Post Views 3,598
Judul anekdot Dosen yang menjadi Pejabat Unsur Kebahasaan Contoh Kalimat Kalimat langsung Dalam teks tersebut, semua dialog ditulis dalam bentuk drama menggunakan kalimat langsung. Penggunaan kata kerja aksi “Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain.” Penggunaan kalimat seru Udin “???” D. Menciptakan Kembali Teks Anekdot dengan Memerhatikan Struktur dan Kebahasaan Ind 1 Menceritakan kembali isi anekdot dengan pola penyajian yang berbeda. Ind 2 Menyusun teks anekdot berdasarkan kejadian yang menyangkut orang banyak atau perilaku seorang tokoh publik. PROSES PEMBELAJARAN D KEGIATAN 1 Menceritakan Kembali Isi Anekdot dengan Pola Penyajian yang Berbeda Salah satu cara menulis teks anekdot adalah dengan menulis ulang teks anekdot yang kita dengar atau baca dengan pola penyajian yang berbeda. Tentu saja juga menggunakan gaya penceritaan yang berbeda. Namun, penulisan ulang ini tetap harus memerhatikan kebahasaan dan strukturnya. Setelah memahami batasan anekdot, isi, struktur dan ciri kebahasaannya, berikutnya siswa akan belajar menulis anekdot. Untuk dapat menulis anekdot, terlebih dulu belajarlah menuliskan kembali teks anekdot yang kamu baca dengan pola penyajian yang berbeda. Berikut ini adalah contoh teks anekdot Seorang Dosen yang juga Menjadi Pejabat dengan pola penyajian naratif yang diubah dari teks aslinya yang berbentuk dialog. Buku Guru Kelas X SMAMASMKMAK 126 Dosen yang juga Menjadi Pejabat Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang. “Saya heran dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu duduk, tidak pernah mau berdiri,” kata Tono kepada Udin. Udin ogak-ogahan menjawab pertanyaan Tono. Udin beranggapan bahwa masalah yang dibicarakan Tono itu tidak penting. Namun, Tono tetap meminta agar Udin mau menerka teka-tekinya. “Barangkali saja, beliau capek atau kakinya tidak kuat berdiri,” jawab Udin merasa jengah. Ternyata jawaban Udin masih juga salah. Menurut Tono, dosen yang juga pejabat itu tidak bersedia berdiri sebab takut kursinya diambil orang lain.” Mendengar pernyataan Tono, Udin menanyakan apa hubungan antara dosen dan pejabat. “Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain,” ungkap Tono. Udin “???” Tugas Untuk dapat lebih memahami bagaimana penggunaan kalimat langsung dalam anekdot yang disajikan dalam bentuk dialog dan dalam bentuk narasi, siswa diberi tugas berikut ini. 1. Mengubah penyajian anekdot Aksi maling Tertangkap CCTV dari bentuk dialog ke dalam bentuk narasi seperti penyajian anekdot Kisah Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. 2. Mengubah penyajian anekdot Kisah Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Dari bentuk narasi ke bentuk dialog seperti penyajian nekdot Aksi maling Tertangkap CCTV. Petunjuk untuk Guru Penilaian hasil kerja siswa difokuskan pada perubahan pola penyajian teks anekdot, tetapi tetap mempertahankan isi teks anekdot aslinya dan ketepatan struktur serta kebahasaannya. Teks anekdot karya siswa ini sebisa mungkin dipublikasikan agar dapat dibaca oleh publik. Pameran yang dimaksud tidak harus pameran besar, bisa pameran dalam kelas dengan menggunakan kertas manila atau stereo foam sebagai media kemudian ditampilkan seperti majalah dinding. Pada sekolah-sekolah yang terjangkau jaringan internet, guru juga dapat mendorong siswa untuk memublikasikan karyanya melalui blog. Pada saat pameran, siswa bertugas memberi tanggapan terhadap anekdot yang ditulis temannya. Bahasa Indonesia 127 PROSES PEMBELAJARAN D KEGIATAN 2 Menyusun Teks Anekdot Berdasarkan Kejadian yang Menyangkut Orang Banyak atau Perilaku Tokoh Publik Dalam menyusun anekdot, ada beberapa hal yang harus ditentukan lebih dulu. Hal tersebut adalah tema, kritik, kelucuan, tokoh, struktur, dan pola penyajian teks anekdot. Langkah-langkah ini akan memudahkan kamu untuk belajar menyusun anekdot. Jadi, bacalah dengan teliti contoh penyusunan anekdot agar nantinya kamu bisa menyusun anekdotmu sendiri. Dalam contoh berikut ini, kamu akan mengetahui bagaimana anekdot disusun. Langkah-langkah penyusunan disajikan dalam bentuk tabel, dengan penyelesaian pada kolom ketiga. No. Aspek Isi 1. Tema Kasih sayang pada orang tua 2. Kritik Anak yang memandang orang tua di masa tuanya sebagai orang yang merepotkan. 3. Humor kelucuan Orang dewasa malu karena dikritik oleh anak kecil 4. Tokoh Kakek tua, ayah dan ibu anak, cucu 6 tahun 5. Struktur Observasi Kakek tua yang tinggal bersama anak, menantu dan cucu 6 tahun. Orientasi Kebiasaan makan malam di rumah si anak. Kakek tua makannya sering berantakan. Krisis Kakek tua diberi meja kecil terpisah di pojok, dengan alat makan anti pecah. Reaksi Cucu 6 tahun membuat replika meja terpisah. Koda Cucu 6 tahun mengungkap-kan kelak akan membuat meja terpisah juga untuk ayah dan ibunya. 6. Alur Kakek tua tinggal bersama anak, menantu dan cucunya yang berusia 6 tahun. Karena sudah tua, mata si Kakek rabun dan tangannya bergetar sehingga kerap menjatuhkan makanan dan alat makan. Agar tidak merepotkan, ia ditempatkan di meja terpisah dengan alat makan anti pecah. Anak dan menantunya baru sadar ketika diingatkan oleh cucu 6 tahun yang tengah bermain membuat replika meja. Buku Guru Kelas X SMAMASMKMAK 128 No. Aspek Isi 7 Pola penyajian Narasi 8 Teks anekdot Seorang kakek hidup serumah bersama anak, menantu, dan cucu berusia 6 tahun. Keluarga itu biasa makan malam bersama. Si kakek yang sudah pikun sering mengacaukan segalanya. Tangan bergetar dan mata rabunnya membuat kakek susah menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh. Saat si kakek meraih gelas, susu tumpah membasahi taplak. Anak dan menantunya menjadi gusar. Suami istri itu lalu menempatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan, tempat sang kakek makan sendirian. Mereka memberikan mangkuk melamin yang tidak gampang pecah. Saat keluarga sibuk dengan piring masing-masing, sering terdengar ratap kesedihan dari sudut ruangan. Namun, suami-istri itu justru mengomel agar kakek tak menghamburkan makanan lagi. Sang cucu yang baru berusia 6 tahunmengamati semua kejadian itu dalam diam. Suatu hari si ayah memperhatikan anaknya sedang membuat replika mainan kayu. “Sedang apa, sayang?” tanya ayah pada anaknya. “Aku sedang membuat meja buat Ayah dan Ibu. Persiapan buat ayah dan ibu bila aku besar nanti.” Ayah anak kecil itu langsung terdiam. Ia berjanji dalam hati, mulai hari itu, kakek akan kembali diajak makan di meja yang sama. Tak akan ada lagi omelan saat piring jatuh, makanan tumpah, atau taplak ternoda kuah. Sumber J. Sumardianta, Guru Gokil Murid Unyu. Halaman 47. dengan penyesuaian Selanjutnya, siswa diberi tugas individual untuk menulis teks anekdot. Petunjuk untuk Guru Penilaian teks anekdot karya siswa difokuskan pada kesesuaian isi teks anekdot, ketepatan, dan kelengkapan struktur serta kebahasaannya. Teks anekdot karya siswa ini sebisa mungkin dipublikasikan agar dapat dibaca oleh publik. Pameran yang dimaksud tidak harus pameran besar, bisa pameran dalam kelas dengan menggunakan kertas manila atau stereo foam sebagai media kemudian ditampilkan seperti majalah dinding. Pada sekolah-sekolah yang terjangkau jaringan internet, guru juga dapat mendorong siswa untuk memublikasikan karyanya melalui blog. Bahasa Indonesia 129 Petunjuk untuk pameran 1. Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. 2. Setiap kelompok membuat majalah dinding dua dimesi atau tiga dimensi untuk memamerkan anekdotnya. Siswa disarankan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat di sekitar tempat tinggalnya. 3. Pameran dilakukan di halaman atau taman sekolah. 4. Setiap siswa wajib memberikan tanggapan tertulis terhadap pameran karya kelompok lain. Setelah bekerja secara individu menyusun anekdot yang temanya dipilih sendiri oleh guru, dengan isi dan gaya bahasa siswa, siswa ditugaskan untuk mempresentasikan anekdot yang dibuatnya di depan kelas. Lakukan langkah-langkah berikut. 1. Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. 2. Siswa membuat majalah dinding dua dimesi atau tiga dimensi untuk memamerkan anekdotmu. Sebaiknya siswa disarankan untuk menggunakan bahan-bahan yang mudah dan murah didapatkan di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. 3. Pameran di halaman atau taman sekolah. 4. Setiap siswa haru membuat komentar terhadap mading karya kelompok lain. Buku Guru Kelas X SMAMASMKMAK 130 PENILAIAN a. Penilaian Pengetahuan Penilaian pengetahuan dilakukan melalui penilaian harian baik melalui tes tertulis maupun penugasan, baik tugas individu maupun tugas kelompok. Berikut ini adalah contoh rumus penentuan nilai akhir untuk KD 3 pengetahuan. NA = 2 X Rt Tugas individu + Rt Tugas kelompok + 2 X Nilai Tes 3 Keterangan NA Nilai akhir Rt Tugas individu Rata-rata nilai tugas individu Rt Tugas kelompok Rata-rata nilai tugas kelompok Contoh tes tulis Petunjuk Bacalah teks eksposisi berikut ini, kemudian kerjakan soal-soal yang disediakan Seorang bocah bertanya kepada ayahnya, “Ayah, dapatkah Ayah jelaskan apa itu politik?” Ayah “Nak, Ayah akan jelaskan agar kamu mudah mengerti. Ayah adalah pencari nakah bagi keluarga. Ayah bisa disebut kapitalisme. Ibu adalah pengatur keuangan. Ibumu boleh kamu sebut pemerintah. Ayah dan Ibu memenuhi kebutuhanmu. Kamu adalah rakyat. Bibi, pembantu kita, dinamakan buruh. Adikmu yang masih bayi, kita sebut masa depan.” Setelah selesai berbicara dengan ayahnya, anak itu masuk kamarnya untuk tidur. Tengah malam ia mendengar adiknya menangis. Ia bangun dan memeriksa. Adiknya basah kuyup dan kotro karena ompol dan buang air besar. Anak itu pergi ke kamar orangtuanya. Ia melihat ibunya sedang tertidur pulas. Tak ingin membangunkan ibunya, ia pergi ke kamar pembantu. Kamar pembantu terkunci. Tetapi di balik pintu, ia bisa mendengar suara ayahnya bersama pembantu. Ia sangat marah, tetapi langsung kembali ke kamarnya. Keesokan harinya, anak itu berkata kepada ayahnya. “Kurasa sekarang aku mengerti apa itu politik.” “Bagus, Nak, ceritakan kepadaku apa pendapatmu tentang politik?” “Saat kapitalisme memanfaatkan buruh, pemerintah tertidur, rakyat hanya bisa menonton dan bingung mendapati masa depan berada dalam kesulitan besar.” Sumber J. Sumardianta, Guru Gokil Murid Unyu Bahasa Indonesia 131 1. Jelaskan permasalahan yang dikkritisi dalam teks anekdot tersebut 2. Apa kritik yang diampaikan dalam teks anekdot tersebut Tunjukkan kalimat yang menujukkan hal tersebut sebagai bukti 3. Analisislah struktur teks anekdot tersebut 4. Ubahlah pola penyajian teks anekdot tersebut menjadi berbentuk dialog drama Kriteria Penilaian No. soal Deskripsi Skor Skor maksimal 1. Jawaban tepat, alasan tepat. Jawaban tepat, alasan salah. Jawaban salah, alasan salah. 20 10 10 20 2. Kritikan tepat, bukti tepat. Kritikan hampir benar, bukti benar Kritikan tepat, bukti salah. Kritikan salah, bukti salah 20 10 10 20 3. Identifikasi struktur teks lengkap dan tepat. Identifikasi struktur teks sebagian besar tepat. Identiikasi struktur teks separuhnya tepat. Identifikasi struktur teks hanya sebagian kecil tepat. 30 20 20 10 30 4. Isi, struktur, dan kebahasaan benar Isi dan kebahasaan benar, struktur kurang tepat. Isi dan struktur tepat, kebahasaan sebagian besar tepat Isi kurang tepat, struktur dan kebahasaan sebagian besar tepat. Isi kurang tepat, struktur dan kebahasaan sebagian besar kurang tepat. 30 20 20 10 10 30 Skor akhir diperoleh dari akumulasi skor, sehingga skor maksimal adalah 100. Buku Guru Kelas X SMAMASMKMAK 132 b. Penilaian Keterampilan Nilai keterampilan diperoleh dari hasil penilaian unjuk kerjakinerjapraktik, projek, dan portofolio. Unjuk kerja dalam pembelajaran bahasa Indonesia dapat berupa unjuk kerja lisan maupun tulis. Projek diberikan diberikan minimal 1kali dalam satu semester, dan biasanya diberikan pada proses pembelajaran akhir. Portofolio diperoleh dari kumpulan tugas keterampilan yang dikerjakan siswa selama proses pembelajaran. Rumus penentuan nilai akhir untuk KD 4 keterampilan diambil dari nilai optimal yang diperoleh siswa pada stiap KD. INTERAKSI DENGAN ORANG TUA PESERTA DIDIK Interaksi dengan orangtua dilakukan untuk mengomunikasikan hasil belajar portofolio siswa kepada orangtua. Caranya, orangtua diminta menandatangani serta memberi komentar lembar tugas atau lembar jawaban ulangan anaknya pada bagian yang telah disediakan. Bahasa Indonesia 133 “ “ YANG MELONTARKAN ORANG-ORANG KRITIK BAGI KITA PADA HAKIKATNYA ADALAH PENGAWAL JIWA KITA, YANG BEKERJA TANPA BAYARAN. pejuang dan penulis dari Belanda Corrie Ten Boom Buku Guru Kelas X SMAMASMKMAK 134 Bab IV Kompetensi Inti Kompetensi Dasar KI 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya Sumber MELESTARIK AN NIL AI KEARIFAN LOK AL MEL ALUI CERITA R AK YAT Buku Guru Bahasa Indonesia 135 Kompetensi Inti Kompetensi Dasar KI 2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli gotong royong, kerja sama, toleran, damai, santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI 3 Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesiik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. Mengidentiikasi nilai-nilai dan isi yang terkandung dalam cerita rakyat hikayat baik lisan maupun tulis. Membandingkan nilai-nilai dan kebahasaan cerita rakyat dan cerpen. KI 4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. Menceritakan kembali isi cerita rakyat hikayat yang didengar dan dibaca. Mengembangkan cerita rakyat hikayat ke dalam bentuk cerpen dengan memerhatikan isi dan nilai-nilai. Buku Guru Kelas X SMAMASMKMAK 136 PETA KONSEP Mengidentifikasi nilai-nilai dalam hikayat yang masih sesuai dengan kehidupan saat ini. Menjelaskan kesesuaian nilai-nilai dalam hikayat dengan kehidupan saat ini dalam teks eksposisi lisan maupun tulisan hikayat Mengembangkan makna isi dan nilai hikayat Membandingkan penggunaan bahasa dalam cerpen dan hikayat Mengidentifikasi karakteristik bahasa dalam hikayat Membandingkan nilai-nilai-nilai dan kebahasaan cerita rakyat hikayat dan cerpen Mengembangkan hikayat ke dalam bentuk cerpen Mengidentifikasi karakteristik hikayat Mengidentifikasi nilai-nilai yang terdapat dalam hikayat. Mengidentifikasi nilai- nilai dan isi hikayat MELESTARIKAN NILAI KEARIFAN LOKAL MELALUI CERITA RAKYAT Menceritakan kembali isi hikayat ke dalam bentuk cerpen Membandingkan nilai dalam hikayat dengan dalam cerpen Bahasa Indonesia 137 A. Mengidentifikasi Nilai-nilai dan Isi Hikayat
menyusun teks anekdot berdasarkan kejadian yang menyangkut orang banyak