Daunpisang sebagai pembungkus juga membantunya tahan lama, bahkan tetap memancing selera karena harum aromanya. (Baca Juga: Unik! 6 Foto Pernikahan di Rusia Ini Bikin Geleng-Geleng) Doni memulai usaha berjualan nasi ka baka sejak Januari 2018 karena menurutnya ada nilai jual yang berbeda dari sajian itu dibanding menu lainnya.
Ditambahlagi harganya yang terjangkau, hanya Rp 10 ribu per bungkus. Asinan tersebut terdiri dari buah jeruk, jambu, mangga, kedondong, bengkoang, nanas, dan pepaya, yang dicampur jadi satu. Baca juga: Kuliner Lampung, Warung Makan Berkah Qita Kotabumi Lampung Utara Tawarkan Menu Pindang Baung
Sekitarsatu kilometer dari warung, korban diturunkan. Anehnya, korban menurut. Pelaku kemudian menjemput temannya di warung dan menguras kotak rokok. Total ada 26 bungkus. Keduanya langsung kabur. Beruntung, suami korban, Akwan (57 tahun), memergoki kedua pelaku. Pria ini mengejar pelaku menggunakan motor sambil berteriak maling.
Useraccount menu. Found the internet! 20. nasi bungkus kantin sekolah, menunya sangat sederhana. I ate/I drank. Close. 20. Posted by 10 months ago. Kapan lagi bisa makan 5-10 ribu tapi dapet porsi kenyang, apalagi kl kita di Jakarta. 1. Share. Report Save. level 1 · 10 mo. ago. ada ayam, still fancy. 4.
Dimulai dari 25 bungkus yang habis dalam 20 menit sampai 100 bungkus dalam waktu dua jam. Setelah itu banyak masyarakat yang antusias ingin berdonasi, akhirnya wartegan membuka open donasi dan kini jumlah produksinya mencapai 350 bungkus nasi yang akan dibagikan gratis setiap harinya. Ia juga tidak memecat atau merumahkan karyawan –
Dịch Vụ Hỗ Trợ Vay Tiền Nhanh 1s. Padang, ANTARA - Lazimnya seporsi nasi dengan sepotong lauk di rumah makan Padang saat ini dibanderol dengan kisaran harga mulai dari Rp18 ribu. Dengan uang Rp18 ribu tersebut jika dibungkus akan mendapatkan sekepal nasi dengan porsi lumayan besar, sepotong lauk dengan beragam pilihan mulai dari rendang, ayam, hingga ikan dengan campuran sayur berupa daun ubi, toge serta sejumput sambal cabai merah atau hijau. Akan tetapi saat rata-rata pengelola rumah makan Padang mematok tarif mulai dari Rp18 ribu hingga Rp20 ribu, di Padang dijumpai rumah makan yang hanya mematok sebungkus nasi dengan lauk hanya Rp10 ribu saja. Biasanya rumah makan dengan harga makanan hanya Rp10 ribu tersebut marak di sekitar kampus, perkantoran hingga tempat strategis. Meski pun seporsi hanya Rp10 ribu namun yang didapat tak jauh beda mulai dari nasi, lauk, sayur dan sambal. Mungkin akan menjadi tanda tanya kenapa dengan harga Rp10 ribu konsumen bisa mendapatkan nasi dan lauk nyaris setara dengan harga Rp18 ribu. Apakah penjualnya tidak rugi karena mematok harga yang murah?, apakah kualitas bahan makanan dan rasanya berkurang?, apa rahasianya sehingga harganya bisa menjadi lebih murah ?. Atau jangan-jangan penjualnya sedang "bakar uang" sebagaimana strategi promosi sejumlah start up yang tengah marak di Tanah Air saat ini guna menarik pembeli, sehingga prinsipnya biarlah rugi di awal namun bisa meraup pelanggan tetap dan tiba saatnya harga akan kembali normal. Salah satu rumah makan yang menjual makan dengan harga terjangkau adalah Ampera Surantih Indah yang berlokasi di Jalan Thamrin, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang. Karena harganya yang murah tentu saja rumah makan ini pelanggannya cukup ramai apalagi saat jam makan siang. Menurut pengelola Neng ia menjual makanan dengan harga yang relatif terjangkau selain strategi pemasaran agar mudah dikenal juga menyesuaikan dengan kemampuan masyarakat yang berada di sekitar warung. "Makanan yang saya jual diminati oleh konsumen yang berada di kawasan tersebut seperti karyawan kantoran, pekerja informal, guru, tukang ojek dan mahasiswa," katanya. Meski terbilang murah, bukan berarti Neng menyajikan menu seadanya. Pilihan yang disediakan cukup banyak, bahkan tidak kalah dengan menu rumah makan pada umumnya. Beberapa di antaranya, ayam bakar, rendang, ikan asam padeh, ayam bumbu, lele goreng, ayam gulai, ikan nila bakar dan menu lainnya dengan harga Rp10 ribu lengkap dengan air minum. Sementara untuk harga terpisah juga disediakan es teh, kopi serta berbagai jenis jus buah. Harga yang terjangkau tersebut membuat warung makan Ampera Surantih Indah selalu ramai terutama saat jam makan siang. Dalam sehari Neng mengaku menghabiskan sekitar dua karung beras IR Solok, 100 ekor ikan, 40 ekor ayam dan 10 kilogram daging sapi. Ia menyampaikan salah satu rahasia bisa menjual makanan dengan harga murah adalah membeli bahan mentah dalam jumlah banyak sehingga lebih murah. Dalam sehari ia bisa menjual 300 bungkus nasi dengan penghasilan sekitar Rp3 juta. “Kalau omzet biasanya Rp3 juta per hari, bahkan pernah mencapai Rp5 juta hingga Rp10 juta per harinya kalau sedang ramai ,” ujarnya. Ia mengakui menjual nasi seharga Rp10 ribu memang tidak besar keuntungan yang diperoleh, namun uang yang didapat lebih cepat perputarannya karena banyak yang membeli. “Misalnya untungnya cuman Rp2 ribu per bungkus, kalau yang beli 300 orang kan sudah dapat Rp600 ribu, artinya uang lebih cepat terkumpul, banyak yang beli,” tuturnya. Rumah makan yang ia kelola merupakan milik keluarga beranggotakan empat karyawan, buka pukul WIB hingga WIB . Mau bungkus atau makan di tempat tidak ada perbedaan harga. Hanya porsi nasi untuk bungkus lebih banyak dari pada makan di tempat. “Lauknya semuanya sama, potongan sambalnya ukuran standar rumah makan. bumbu masaknya juga sama. Yang berbeda hanya dari nasinya saja, kan harganya Rp10 ribu, jadi nasinya cuma dua mangkok kecil,” ungkapnya. Salah seorang pembeli nasi Rp10 ribu, Hari mengaku sering membeli nasi Rp10 ribu saat akhir bulan. Dalam membeli nasi ia lebih sering membungkus daripada makan di tempat. Apabila dibungkus lebih banyak dibandingkan makan di tempat zedangkan untuk rasa, sesuai harga. “Rasanya sesuai dengan harga, malah kadang lauk yang nasi Rp10 ribu ini lebih besar dibanding tempat nasi dengan harga di atas itu, kata dia Akan tetapi ia menilai bedanya dari segi nasi, kalau nasi Rp10 ribu ini nasinya keras beda kalau nasi rumah makan dengan harga standar,” ujarnya. Rasa sebanding harga Menyikapi maraknya rumah makan Padang yang menjual makanan dengan harga murah salah seorang pemilik usaha kuliner di Padang Dian Anugrah menilai jika ingin mendapatkan makanan dengan kualitas dan rasa yang baik tentu dibarengi dengan harga yang sebanding. Menurut dia salah satu strategi pengelola rumah makan Rp10 ribu adalah dengan memperkecil volume lauk yang disediakan. Jika pada rumah makan dengan harga standar menyediakan sepotong ayam saat dibeli dipotong empat bagian, maka di rumah makan murah daging ayamnya dipotong delapan bagian sehingga ukuran lebih kecil. "Saat ini saja ayam mentah dibanderol Rp25 ribu per satu kilogram, maka jika dibagi empat potong minimal harga pokok sepotong saja sudah ujar pemilik usaha rendang minang tersebut. Akan tetapi ia menemukan biasanya para pengelola rumah makan murah mencari pemasok ayam dengan harga terendah agar bisa mendapatkan keuntungan. Kemudian, para pengelola rumah makan murah biasanya menyajikan nasi dengan porsi yang lebih kecil dan sayurnya biasanya tumis kol dan sambal yang sedikit. Untuk menciptakan kesan ramai pada penyajian ditambahkan kerupuk sehingga terlihat ramai, padahal secara ukuran sebenarnya porsinya lebih kecil, katanya. Bahkan ada juga yang untuk menyiasati dengan menyajikan ayam goreng tepung sehingga secara kasat mata akan terlihat lebih besar potongan ayamnya. Terkait rasa ia menilai relatif karena ada yang memang rasanya cukup enak ada pula yang standar. Namun, secara logika jika ingin menghasilkan rasa yang berkualitas tentu harus berasal dari bumbu yang juga beragam. "Nah kalau bumbu beragam tentu keluar lebih banyak biaya, akhirnya ada yang pakai strategi menambah penyedap rasa untuk mengganti bumbu," ujarnya. Pada sisi lain kalau sebatas untuk mengenyangkan, nasi Rp10 ribu cukup mengenyangkan dan ini bisa menjadi pilihan bagi yang berhemat. Akan tetapi ia mengingatkan penjual harus cermat menghitung modal yang dikeluarkan karena jika tak hati-hati bisa-bisa tidak mendapatkan untung. "Pertama harus ada target penjualan minimal harian, lalu pandai mengelola perputaran uang karena bisa saja ramai di awal tetapi karena tidak ketemu untung akhirnya tutup, atau pelan-pelan menaikkan harga jual," katanya. Saat ini pada rumah makan dengan harga normal biasanya akan mendapatkan seporsi nasi, ayam dengan ukuran potong empat bagian, sayur, kuah gulai, sambal cabai merah hingga kerupuk. Bagi yang hendak menyantap makanan dengan harga murah rumah makan Rp10 ribu bisa menjadi pilihan, kalau ingin lebih puas tentu saja bersantap di rumah makan dengan harga normal. Semua itu pilihannya ada pada konsumen dan tentu saja kaedah umum yang tak dapat dibantah adalah ada rasa ada harga, dan rasa sebanding dengan harga yang dibayar. ***1***Editor Triono Subagyo COPYRIGHT © ANTARA 2019
PADANG - Pemerintah Kota Padang mendata, saat ini ada 113 rumah makan murah dengan harga sebungkus nasi Rp 10 ribu. Menurut Kepala Dinas Pangan Kota Padang Syahrial, keberadaan rumah makan yang harganya terjangkau itu dapat membantu tersedianya pangan murah. "Akan tetapi, higienitas tetap perlu diperhatikan," kata Syahrial di Padang, Kamis. Syahrial pun mengingatkan pengelola rumah makan murah di kota itu untuk memerhatikan keamanan pangan. Dengan begitu, makanan yang dijual aman dikonsumsi dia, keberadaan rumah makan dengan tarif murah di Padang merupakan salah satu tempat alternatif kuliner terjangkau. Untuk memastikan kebersihannya, Dinas Pangan melakukan sosialisasi agar pengelola rumah makan mengabaikan keamanan pangan demi harga jual yang murah. "Setelah melakukan pendataan, Dinas Padang akan masukan nama rumah makan ke Google Maps sehingga bisa menjadi referensi bagi masyarakat dan wisatawan," kata salah seorang pengelola rumah makan murah di Padang, Neng, mengaku menjual makanan dengan harga yang relatif terjangkau sebagai strategi pemasaran. Di samping itu, ia juga menyesuaikan harga jual makanannya dengan kemampuan masyarakat yang berada di sekitar warungnya."Makanan yang saya jual diminati oleh konsumen sekitar sini mulai dari karyawan kantoran, pekerja informal, guru, tukang ojek, dan mahasiswa," harga makanan yang dijualnya terbilang murah, bukan berarti Neng menyajikan menu seadanya. Pilihan yang disediakan cukup banyak, bahkan tidak kalah dengan menu rumah makan pada menawarkan ayam bakar, rendang, ikan asam padeh, ayam bumbu, lele goreng, ayam gulai, ikan nila bakar dan menu lainnya dengan harga Rp10 ribu. Paketnya sudah lengkap dengan air Neng, salah satu rahasia bisa menjual makanan dengan harga murah adalah membeli bahan mentah dalam jumlah banyak sehingga lebih murah. Dalam sehari ia bisa menjual 300 bungkus nasi dengan penghasilan sekitar Rp 3 juta."Kalau omzet biasanya Rp 3 juta per hari, bahkan pernah mencapai Rp 5 juta hingga Rp 10 juta per harinya kalau sedang ramai," mengakui keuntungan menjual nasi seharga Rp 10 ribu memang tidak besar, namun perputaran uangnya menjadi lebih cepat karena banyak yang membeli.“Misalnya untungnya cuma dua ribu rupiah per bungkus. Kalau yang beli 300 orang kan sudah dapat Rp 600 ribu. Artinya uang lebih cepat terkumpul, banyak yang beli,” seorang pembeli nasi Rp 10 ribu, Hari, mengaku sering membeli nasi dengan harga terjangkau saat sedang akhir bulan. Hari mengaku lebih sering membungkus daripada makan di tempat karena porsinya lebih banyak dibandingkan makan di tempat."Rasanya sesuai dengan harga, malah kadang lauk yang nasi Rp 10 ribu ini lebih besar dibanding tempat nasi dengan harga di atas itu," kata dia. Hari menilai, bedanya dari segi nasi, kalau nasi Rp 10 ribu ini nasinya keras. Sebalinya dengan nasi di rumah makan dengan harga standar. sumber AntaraBACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini
Denpasar ANTARA - Pecinta kuliner dengan menu khas Jepang di Bali dijamin kini tak kesulitan lagi untuk membeli makanan kesukaan mereka. Terlebih kini saat beberapa makanan khas negeri matahari terbit itu sedang viral dan menjadi tren di media sosial tanah air. Seperti dalam sepekan terakhir, muncul tempat makan di Denpasar yang menyajikan makanan ala negeri sakura namun dikemas serupa makanan yang umum ditemukan masyarakat, yaitu dibungkus dengan kertas minyak dan beralaskan daun pisang. Makanan yang disebut nasi bungkus Jepang ini ramai tersiar di sosial media khususnya akun kuliner tren makanan di Bali, lantaran unik dan diakui sebagai yang pertama dengan konsep seperti ini khususnya di Denpasar. Dalam waktu tak kurang dari tujuh hari, warung makan bernama Gohan Ku tiap harinya berhasil menjual 300-400 nasi bungkus Jepang di toko yang beralamat di Jalan Tukad Pakerisan Nomor 99 Denpasar. "Peminatnya antusias, saya enggak sangka juga dari awal buka baru seminggu benar-benar disambut antusiasme tinggi sampai kewalahan. Kita bisa rata-rata 300 sampai 400 bungkus per hari dengan harga Rp15 ribu hingga Rp29 ribu paling mahal," kata Riska Aditya selaku Management Trainee Gohan Ku. Makanan dengan menu ayam kari, ayam keju, ayam pedas, ayam yakiniku, ayam original, sapi yakiniku, sapi original, sapi lada hitam, dan nasi omega ini berhasil mencuri perhatian masyarakat kota madya dengan keunikannya yaitu dikemas layaknya nasi bungkus dan dipadukan dengan isian khas nusantara. Nasi Jepang Tak hanya daging dengan saos khas Jepang, dalam tiap porsinya Gohan Ku memberi tambahan makanan khas Indonesia seperti sambal mentah salah satunya. "Sengaja dikolaborasikan dengan konsep orang Indonesia, kalau orang Jepang sambal itu tidak terlalu suka, palingan lada atau semacam paprika, kita orang Indonesia biasanya kadang suka pedas," kata Riska di Denpasar. Selain sambal sebagai pelengkap, pihak Gohan Ku menjelaskan bahwa di dalam tiap makanannya berisi telur, taburan bawang putih, dan nori. Selain itu, pada pemilihan nasi makanan khas Jepang cukup berbeda dengan Indonesia. Tempat makan satu ini memilih menggunakan beras yang kerap dikonsumsi masyarakat Jepang, pun juga memiliki hasil akhir yang pulen. Ke depan juga tak menutup kemungkinan sang pemilik menambah isian baru mengingat cabangnya kini dibuka di Pulau Dewata dengan menu makanan yang tak kalah di nusantara. Hingga 31 Juli 2022 nanti, pihak Gohan Ku turut memberikan promosi lewat gratis yakitori atau satu tusuk sate tiap pembelian satu bungkus nasi ala Jepang itu. Alasan promosi ini menjadi tambahan daya tarik yang dikatakan Riska mampu menggaet para pembeli, disamping keunikan makanan yang viral ini. Jika diuangkan, Riska mengaku perharinya toko yang berpusat di Jakarta tersebut dapat membawa uang sekitar Rp5 juta hingga Rp7 juta hanya dalam satu pekan terakhir. Gohan Ku sendiri diakui memiliki arti nasi bungkus dalam bahasa Jepang. Menu nasi bungkus ala Jepang ini lahir pada Januari 2022 lalu di mana Riska menuturkan bahwa sang pemilik merupakan pecinta kuliner Jepang. Di antara menu nasi bungkus Jepang yang disuguhkan, masyarakat Bali yang membeli dalam sepekan dikatakan paling tertarik dengan rasa ayam kari dan sapi lada hitam. Menu ini paling banyak dicari oleh pengunjung, salah satunya seorang pembeli bernama Chintya Sukmawedari 22. Ia memutuskan untuk mencoba makanan unik satu ini setelah melihat tren yang viral di sosial media. Perempuan asal Sanur Denpasar Selatan ini langsung membeli delapan bungkus nasi dengan menu paling banyak dicari, namun memutuskan untuk dibawa pulang dengan pengemasan layaknya nasi padang atau warteg kebanyakan. "Kalau bagi saya ini pertama kali, ingin coba karena mau tahu rasanya bagaimana. Pertama karena penasaran sama rasanya, soalnya banyak yang bilang ini enak. Tapi saya belum pernah nemu atau nyoba nasi Jepang dibungkus seperti ini juga," kata Chintya. Pembeli lain bernama Ajif Tazuida 30 setelah mencoba rasa nasi omega mengaku tertarik dan ingin membeli kembali. Ajif bahkan menyebut rasa dari nasi bungkus satu ini sesuai dengan selera lidah masyarakat Indonesia. "Lumayan menarik dan enak terasa pedasnya, ini juga dengar-dengar dapat dari Instagram. Harganya sesuai untuk makanan jenis baru, dan untuk orang Indonesia cocok, anak saya itu cocok," katanya. Manager Trainee Gohan Ku mengatakan bahwa masyarakat dapat mencicipi menu Jepang ini dari pukul WITA hingga WITA setiap harinya dengan dimulai dari harga Rp15 ribu perporsinya. Dengan harga Rp15 ribu, masyarakat dapat merasakan nasi bungkus omega, Rp23 ribu untuk nasi ayam original, Rp25 ribu ayam yakiniku dan ayam pedas, Rp26 ribu ayam keju dan ayam kari, sedangkan harga paling tinggi Rp29 ribu untuk varian sapi yakiniku, sapi original, dan sapi lada hitam. Sebelum di Bali, makanan viral ini telah dijual di The Icon BSD, Tangerang Kota, Lippo Karawaci, Slipi, Pluit, Lippo Puri, dan Pamulang. Melihat antusias tinggi dari pecinta kuliner Jepang di Bali, manajemen Gohan Ku berencana akan memunculkan inovasi baru setelah genap ide makanan dikumpulkan, lantaran selama ini meskipun menu dan konsepnya tergolong nabrak’ tapi saat dikonsumsi tidak mengurangi niat masyarakat mencicipi Nasi bungkus menu Jepang yang disajikan dengan kertas minyak dan daun pisang di Denpasar, Sabtu 16/7/2022. ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari .Editor Hanni Sofia COPYRIGHT © ANTARA 2022
Jakarta - Bisa puas dan kenyang makan nasi Padang dengan harga terjangkau di sini. Serposinya cuma dibanderol sekitar Rp Padang telah menjadi favorit semua orang. Bukan hanya masyarakat Minang saja, tetapi juga orang-orang dari daerah lainnya. Termasuk juga orang Padang dikenal memiliki harga yang lumayan tinggi dibandingkan dengan makanan khas Indonesia lainnya. Dengan harga tersebut telah menjamin kelezatan dari racikan nasi Padangnya. Baca Juga Modal Rp 15 Ribu Bisa Makan Nasi Padang Komplet di SiniDiberi Sedikit Sambal dan Kuah saat Beli Nasi Padang, Netizen Ini Beri Pesan Foto TikTok hugoalzaiddan90 / iStockUmumnya seporsi nasi Padang telah dilengkapi dengan nasi, kuah, daun singkong dan lauk. Harga yang ditawarkan untuk seporsi nasi Padang biasanya berkisar antara Rp hingga Rp tersebut juga tergantung dengan pemilihan lauknya. Nah, di Jombang, Jawa Timur ada rumah makan nasi Padang yang terkenal dengan harganya yang murah yang diunggah oleh pengguna TikTok almasqol. Dalam videonya ia membagikan pengalamannya saat bersantap di rumah makan nasi Padang Rp Bisa Puas Makan Nasi Padang di Sini! Foto TikTok almasqolRumah makan nasi Padang tersebut bernama Rumah Makan Padang Saudara Kembar. Lokasi tepatnya berada di Jalan KH. Wahid Hasyim makan nasi Padang ini memiliki pilihan lauk yang lengkap. Mulai dari rendang daging, rendang hati, rendang limpa, paru goreng, ayam goreng, telur gulai, lele dan masih banyak lagi seporsi nasi Padang di sana dibanderol dengan harga Rp Itu juga sudah dilengkapi dengan nasi, sayur, kuah dan Rp Bisa Puas Makan Nasi Padang di Sini! Foto TikTok almasqol"Tempatnya bersih dan rasanya juga sedep kok," ujar si pengguna TikTok dalam Padang dengan harga murah juga pernah ditawarkan oleh sebuah warung yang ada di Ulak Karang, Padang. Sang penjual menawarkan seporsi nasi Padang dengan harga Rp Rp Bisa Puas Makan Nasi Padang di Sini! Foto TikTok almasqolWarung makan nasi Padang tersebut merupakan milik Lena Muhammad Nasir. Bahkan sang pemilik juga mempersilahkan pengunjung untuk mengambil lauk sesuka dari beberapa sumber, awalnya Lena membanderol harga normal, yakni Rp per porsi. Namun, semenjak pandemi COVID-19, Lena memutuskan untuk menurunkan harga agar siapa saja bisa membeli tanpa Juga Diberi Sedikit Sambal dan Kuah saat Beli Nasi Padang, Netizen Ini Beri Pesan Simak Video "Bikin Laper Unik nan Praktis, Kebab Isi Nasi Padang" [GambasVideo 20detik] raf/odi
DENPASAR, BALI EXPRESS – Menikmati kuliner Jepang seperti rice bowl, ramen, yakiniku, mungkin sudah hal biasa. Namun menjadi tidak biasa, jika menikmati nasi Jepang yang dipadupadankan dengan kuliner Indonesia, kemudian dikemas ala nasi bungkus warteg atau nasi padang. Kuliner unik ini bisa ditemui di outlet Gohan-Ku, berlokasi Jalan Tukad Pakerisan, Denpasar. “Konsep kami nasi bungkus ala Jepang, tapi dikemas layaknya nasi warteg atau nasi padang. Jadi sedikit berbeda, karena konsepnya ke Jepang-jepangan,†ujar Tim Manajemen Trainer Gohan-Ku BSD Tanggerang, Riska Aditya, saat ditemui di lokasi, Sabtu 16/7. Inspirasinya sendiri, datang langsung dari owner Gohan-Ku, yang menyukai hal-hal berbau Jepang sekaligus gemar kuliner. Kemudian olehnya, tercetus ide menggabungkan antara kuliner Jepang dan Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari nasi pulennya, lauk-pauk khas Jepang, dan taburan nori rumput laut di atasnya yang disatukan dengan citarasa sambal pedas khas Indonesia. Daya tarik nasi bungkus Jepang ini, yakni dari segi keunikan kemasannya yang menggunakan daun pisang kemudian dibalut lagi dengan kertas nasi. Aroma daun pisang yang menguar, dinilai lebih dapat meningkatkan citarasa makanan tersebut. “Kan belum ada nasi Jepang yang dibungkus, umumnya kan rice bowl, ramen, nah ini nasi Jepang tapi dibungkus,†katanya. Gohan-Ku sendiri, ungkap Riska, memiliki arti nasi bungkus. Di Gohan-Ku, menu-menu yang tersedia diantaranya ada tiga menu sapi, yakni sapi lada hitam, sapi original, dan sapi yakiniku. Selain itu untuk nasi dengan lauk ayam, terdiri dari ayam original, ayam yakiniku, ayam pedas, ayam keju, ayam kari, dan nasi omega. Sebungkus nasi Jepang dibanderol mulai dari Rp 15 ribu sampai Rp 29 ribu. “Paling murah Rp 15 ribu itu nasi omega, isinya telur, sosis, taburan nori dan sambal. Di sini menu favorit ada kari dan sapi lada Sapi lada hitam ini terdiri dari beef sliced, bawang bombay, ditumis dan dicampur dengan saos sapi lada hitam. Yang tergolong Jepang banget, menu yakiniku dan karinya,†jabarnya. Dengan harga menu yang relatif murah, outletnya bisa menjual 300 sampai 400 bungkus nasi Jepang per hari. Pihaknya pun mengungkapkan, ini merupakan outlet pertama di Bali. Sebeumnya, outlet pertama mereka dibuka di BSD Tangerang pada awal 2022 lalu. Meski baru seminggu dibuka di Bali, menurut Riska, antusias konsumen sangat tinggi. “Kami tidak menyangka, seminggu buka benar-benar tinggi antusiasnya, sampai karyawan kami Kedepan tentunya akan ada inovasi baru. Ditunggu saja menu terbaru kami,†katanya. Salah seorang konsumen ketika diwawancara, Cintiya Sukma Wedari, mengaku mendapat informasi seputar nasi Jepang Gohan-Ku ini melalui sosial media. Membawa rasa penasaran, dirinya pun datang ke lokasi dan langsung memesan 8 bungkus. “Ini pertama kali saya beli nasi Jepang yang dibungkus. Saya ingin tahu rasanya. Jadi pesan sama teman-teman di rumah. Saya pesan sapi lada hitam, sapi original, nasi omega dan menu lainnya. Banyak yang bilang enak,†katanya. Outlet Gohan-Ku buka mulai dari pukul Wita sampai Wita. Reporter Rika Riyanti DENPASAR, BALI EXPRESS – Menikmati kuliner Jepang seperti rice bowl, ramen, yakiniku, mungkin sudah hal biasa. Namun menjadi tidak biasa, jika menikmati nasi Jepang yang dipadupadankan dengan kuliner Indonesia, kemudian dikemas ala nasi bungkus warteg atau nasi padang. Kuliner unik ini bisa ditemui di outlet Gohan-Ku, berlokasi Jalan Tukad Pakerisan, Denpasar. “Konsep kami nasi bungkus ala Jepang, tapi dikemas layaknya nasi warteg atau nasi padang. Jadi sedikit berbeda, karena konsepnya ke Jepang-jepangan,†ujar Tim Manajemen Trainer Gohan-Ku BSD Tanggerang, Riska Aditya, saat ditemui di lokasi, Sabtu 16/7. Inspirasinya sendiri, datang langsung dari owner Gohan-Ku, yang menyukai hal-hal berbau Jepang sekaligus gemar kuliner. Kemudian olehnya, tercetus ide menggabungkan antara kuliner Jepang dan Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari nasi pulennya, lauk-pauk khas Jepang, dan taburan nori rumput laut di atasnya yang disatukan dengan citarasa sambal pedas khas Indonesia. Daya tarik nasi bungkus Jepang ini, yakni dari segi keunikan kemasannya yang menggunakan daun pisang kemudian dibalut lagi dengan kertas nasi. Aroma daun pisang yang menguar, dinilai lebih dapat meningkatkan citarasa makanan tersebut. “Kan belum ada nasi Jepang yang dibungkus, umumnya kan rice bowl, ramen, nah ini nasi Jepang tapi dibungkus,†katanya. Gohan-Ku sendiri, ungkap Riska, memiliki arti nasi bungkus. Di Gohan-Ku, menu-menu yang tersedia diantaranya ada tiga menu sapi, yakni sapi lada hitam, sapi original, dan sapi yakiniku. Selain itu untuk nasi dengan lauk ayam, terdiri dari ayam original, ayam yakiniku, ayam pedas, ayam keju, ayam kari, dan nasi omega. Sebungkus nasi Jepang dibanderol mulai dari Rp 15 ribu sampai Rp 29 ribu. “Paling murah Rp 15 ribu itu nasi omega, isinya telur, sosis, taburan nori dan sambal. Di sini menu favorit ada kari dan sapi lada Sapi lada hitam ini terdiri dari beef sliced, bawang bombay, ditumis dan dicampur dengan saos sapi lada hitam. Yang tergolong Jepang banget, menu yakiniku dan karinya,†jabarnya. Dengan harga menu yang relatif murah, outletnya bisa menjual 300 sampai 400 bungkus nasi Jepang per hari. Pihaknya pun mengungkapkan, ini merupakan outlet pertama di Bali. Sebeumnya, outlet pertama mereka dibuka di BSD Tangerang pada awal 2022 lalu. Meski baru seminggu dibuka di Bali, menurut Riska, antusias konsumen sangat tinggi. “Kami tidak menyangka, seminggu buka benar-benar tinggi antusiasnya, sampai karyawan kami Kedepan tentunya akan ada inovasi baru. Ditunggu saja menu terbaru kami,†katanya. Salah seorang konsumen ketika diwawancara, Cintiya Sukma Wedari, mengaku mendapat informasi seputar nasi Jepang Gohan-Ku ini melalui sosial media. Membawa rasa penasaran, dirinya pun datang ke lokasi dan langsung memesan 8 bungkus. “Ini pertama kali saya beli nasi Jepang yang dibungkus. Saya ingin tahu rasanya. Jadi pesan sama teman-teman di rumah. Saya pesan sapi lada hitam, sapi original, nasi omega dan menu lainnya. Banyak yang bilang enak,†katanya. Outlet Gohan-Ku buka mulai dari pukul Wita sampai Wita. Reporter Rika Riyanti
menu nasi bungkus 10 ribu